Seterik Harapan yang sedang dibangun untuk keseriusan Hati ini memilih musik REGGAE sebagai pilihan hidup untuk menggapai masa depan,,dengan ketajaman zaman yang sekian menghambat hati untuk selalu berkreasi,setidaknya itulah yang ada dibenak hati ini sebelum sampai saatnya menggapai mimpi hati,rasa dan juga tindakan harus bener-bener mantap dan juga rapat,agar tidak ada lagi keraguan untuk bisa membangun masa depan dengan berdasarkan musik ini,awalnya hanya ikut-ikutan agar sesuai dengan semua teman tapi lama-kelamaan sampai juga musik ini dihati,pengalaman yang sudah berlalu ditahun lalu,semua kenangan yang sudah terlewati hanyalah sebagian guru untuk selalu bisa menuju impian,sedikit tentang pengalaman ini buat masyrakat semua bahwa jika kita sudah yakin dengan apa yang kita jalani walaupun awalnya tidak didasarkan atas niat semuanya pasti bisa sampai dihati dengan keyakinan hati.Takan ragu lagi semuanya sudah nyata bahwa musik inilah yang bener-bener sampai dihati menyentuh dengan semua kehidupan yang telah dialami semuga tuhan memberijalan untuk bisa menggapai mimpi dengan jalan dasar musik ini "dreadlocksrasta" musik gaya jamaica genre musik REGGAE selalu damaikan hati. Amien!!!.
Sejarah Rambut Gimbal
Rambut gimbal atau lazim disebut “dreadlocks” menjadi titik perhatian dalam fenomena reggae. Saat ini dreadlock selalu diidentikkan dengan musik reggae, sehingga secara kaprah orang menganggap bahwa para pemusik reggae yang melahirkan gaya rambut bersilang-belit (locks) itu. Padahal jauh sebelum menjadi gaya, rambut gimbal telah menyusuri sejarah panjang. Konon, rambut gimbal sudah dikenal sejak tahun 2500 SM. Sosok Tutankhamen, seorang fir’aun dari masa Mesir Kuno, digambarkan memelihara rambut gimbal. Demikian juga Dewa Shiwa dalam agama Hindu. Secara kultural, sejak beratus tahun yang lalu banyak suku asli di Afrika, Australia dan New Guinea yang dikenal dengan rambut gimbalnya. Di daerah Dieng, Wonosobo hingga kini masih tersisa adat memelihara rambut gimbal para balita sebagai ungkapan spiritualitas tradisional. Membiarkan rambut tumbuh memanjang tanpa perawatan, sehingga akhirnya saling membelit membentuk gimbal, memang telah menjadi bagian praktek gerakan-gerakan spiritualitas di kebudayaan Barat maupun Timur. Kaum Nazarit di Barat, dan para penganut Yogi, Gyani dan Tapasvi dari segala sekte di India, memiliki rambut gimbal yang dimaksudkan sebagai pengingkaran pada penampilan fisik yang fana, menjadi bagian dari jalan spiritual yang mereka tempuh. Selain itu ada kepercayaan bahwa rambut gimbal membantu meningkatkan daya tahan tubuh, kekuatan mental-spiritual dan supernatural. Keyakinan tersebut dilatari kepercayaan bahwa energi mental dan spiritual manusia keluar melalui ubun-ubun dan rambut, sehingga ketika rambut terkunci belitan maka energi itu akan tertahan dalam tubuh.
Pada tahun 1930-an Jamaika mengalami gejolak sosial dan politik. Kelompok Rasta merasa tidak puas dengan kondisi sosial dan pemerintah yang ada, lantas membentuk masyarakat tersendiri yang tinggal di tenda-tenda yang didirikan diantara semak belukar. Mereka memiliki tatanan nilai dan praktek keagamaan tersendiri, termasuk memelihara rambut gimbal. Dreadlocks juga mereka praktekkan sebagai pembeda dari para “baldhead” (sebutan untuk orang kulit putih berambut pirang), yang mereka golongkan sebagai kaum Babylon—istilah untuk penguasa penindas. Pertengahan tahun 1960-an perkemahan kelompok Rasta ditutup dan mereka dipindahkan ke daerah Kingston, seperti di kota Trench Town dan Greenwich, tempat dimana musik reggae lahir pada tahun 1968.
Itulah setidaknya yang saya pernah baca dan saya mengutip itu dari teman-teman reggae yang lain semuga mereka memaklumi,sebagaimana dengan pejuangan saya untuk mengkampayekan anggapan masyarakat awam yang selama ini salah kaprah dengan musik ini bahwasanya rambut gimbal itu bukan bearti reggae,reggae juga tidak selalu idenktik dengan rambut gimbal,walapun tampang lusuh tak pernah sisiran jangan salah terka rambut gimbal juga belum tentu ORANG GILA jangan lah selalu memendang curiga walaupun ada orang gila berambut gimbal lihat dan pahami artikel ini RAMBUT GIMBAL juga punya cerita dan Legenda,secara mendasar "dreadlocks" tetap menjadi bentuk ungkapan semangat anti kekerasan,anti kemapanan,dan solidaritas untuk kalangan yang tertindas.
riky trolers

